Prolog
Hujan menerpa dinding-dinding
tembok. pelataran menjadi saksi seorang pria muda berlari menghampiri motor
yang telah lama dia biarkan mandi dibawah guyuran hujan. Sampai dimotornya, pria
muda yang tidak masuk dalam kategori tampan tersebut, melarikan kendaraannya
membelah hujan yang mengguyur kotanya sejak pagi hari. Baju yang basah karena
hujan tidak membuat semangatnya ikut mengalir dengan air yang menggenang jalan
yang ia lewati.
Pria itu berhenti didepan pelataran parkir sebuah pelataran pusat perbelanjaan. Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri dengan keadaan yang tidak berbeda jauh dengan si pria.
"kamu nggak apa-apa?" tanya sang perempuan
"udah cepat naik, hujannya makin lebat nih" pinta sang pria kepada si perempuan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar