Malam ini terasa hawa dingin menusuk hingga tulang sumsum. Indah
yang sejak tadi berada atas apartemennya, seperti sudah mempersiapkan untuk
penangkal hawa dingin untuk malam ini. Dengan sweater tebal yang dipadu oleh
celana levis melekat ditubuhnya, cukup untuk mengusir hawa dingin yang mencari
korbannya. Dia juga membawa minuman beralkohol cukup tinggi untuk sekedar
menghangatkan tubuhnya serta igin membuang semua ingatan yang telah dia lakukan
hari ini.
"Nggak baik lho cewek malem-malem sendirian disini, apalagi dingin begini." ujar seorang pria yang tiba-tiba datang ke atas gedung apartemen tersebut.
"Nggak baik lho cewek malem-malem sendirian disini, apalagi dingin begini." ujar seorang pria yang tiba-tiba datang ke atas gedung apartemen tersebut.
Namun indah masih diam membisu dengan sebotol minuman beralkohol ditangannya.
"Apa lagi cewek minum-minuman yang beralkohol, nggak baik tuh buat kesehatan." kata pria itu lagi.
"Berisik lu.. Cowok koq bawel," kata indah yang kesadarannya sudah mulai hilang.
"Lebih baik gw bawel daripada gw menyakiti diri gw sendiri," jawab sang pria tersebut.
Indah pun hanya diam setelah mendengar jawaban pria tersebut.
"Boleh gw temenin lu disini??" tanya pria tersebut.
Indah kembali diam seribu bahasa tanpa menjawab pertanyaan pria tersebut.
"Ouh, sepertinya lu nggak mau gw temenin ya. yaudah gw pergi dah," kata pria tersebut sambil mencoba berpamitan kepada Indah.
Pria tersebut melangkah menuju pintu untuk turun dari tempat tersebut.
"Tunggu dulu!! lu itu siapa sih sebenernya?? dateng kesini seenaknya aja. Disini tuh tempat gw buat menghibur diri gw sendiri," kata Indah mencoba untuk berdiri.
"Ouh, maaf kalau begitu." jawab pria tersebut sambil tetap melangkah menuju tangga dibalik pintu tersebut.
Indah yang tadi mencoba bangkit untuk mengetahui siapa pria tersebut, kembali duduk. Dirinya yang sudah mulai kehilangan kesadaran tapi tetap merasa penasaran dengan pria yang tiba-tiba datang menegurnya.
"Berani banget dia. nggak tahu gw siapa kali!!" kata indah didalam hati jengkel
Belum sempat indah berdiri, pria tersebut sudah kembali menghilang dari pandangan indah. Indah dengan sekuat tenaga mencoba melangkahkan kakinya untuk menuju ruangannya yang berada di apartemen ini. Sampai dikamarnya indah sudah tidak kuat lagi menahan matanya yang sudah mulai meredup,dan dia pun terlelap seolah melupakan kejadian hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar