menu
Sabtu, 21 Maret 2015
Part 2 (Rembulan Menerangi Hujan)
Sedan hitam melaju dengan kecepatan tinggi ditengah derasnya hujan. seorang gadis yang mengendarainya tampak begitu panik setelah kejadian tersebut terjadi.
'Kenapa gw tadi nggak tolongin tuh orang ya?? kenapa gw maen langsung kabur gitu aja??' kata sang gadis didalam hatinya
Gadis tersebut langsung menepikan mobilnya didepan sebuah cafe, dimana dia dan teman-temannya sudah berjanji akan bertemu. Dia langsung masuk kedalam cafe dan menghampiri teman-temannya yang sudah menantinya.
"Indah.. lama banget sih lu datengnya?? abis darimana lu koq bisa lama begini" tanya Nabil seorang temannya yang sudah duduk disudut cafe tersebut
Indah Pratiwi adalah seorang gadis dengan wajah yang cantik, dia seorang mahasiswi disebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Banyak laki-laki yang suka terhadap dirinya. dengan keadaan keluarga yang bisa dibilang cukup kaya, jadi setiap keinginan gadis tersebut selalu dapat dipenuhi oleh orang tuanya. Inilah yang membuat indah menjadi sedikit teledor dan malas. Sedangkan Nabil, Tia dan Ratna adalah sahabat Indah. Mereka sudah berteman sejak mereka SMA kelas 2 hingga kini mereka satu kampus dengan Indah walaupun berbeda fakultas.
"Iya sorry sorry.. Inikan lagi hujan, wajar dong telat." kata Indah membela dirinya
"Muka lu pucet banget ndah, ada apa nih memangnya?? lu sakit ya??" tanya Nabil kembali
"Nggak koq.. Nggak apa-apa. gue sehat begini, nih lihat aja," jawab indah sambil memasang muka yang meyakinkan didepan teman-temannya
"Lu kaya nggak tahu indah aja. diakan sakit kalo lagi ada maunya aja," kata salah satu temannya yang bernama Tia yang membuat semua teman-temannya tertawa
Walaupun ikut dengan teman-temannya tertawa, namun dipikiran indah selalu terbayang-bayang kejadian kecelakaan tersebut. hingga pertemuan dengan teman-temannya selesai, indah masih merasa bersalah terhadap pria yang sudah dia tabrak tadi.
Ditempat yang berbeda
Butir-butir air mata jatuh membasahi pipi mulus seorang gadis. Fitri yang mendapatkan kabar bahwa tyan mengalami kecelakaan sesaat setelah mengantar dirinya, langsung datang ke rumah sakit dimana tyan berada saat ini. dia hanya bisa melihat tyan yang sedang tidak berdaya diatas pembaringannya.
"Kenapa sih kamu kalo dibilangin nggak pernah nurut, dibilang lagi hujan juga." kata Fitri sambil menangisi tyan yang sedang lemah tak berdaya dari luar ruangan dimana tyan saat ini
Tyan yang sebnarnya dari tadi melihat Fitri sedang menangisi dirinya, tidak bisa berbuat apa-apa.
"Itukan kecelakaan fit, percaya deh sama aku." jawab tyan
Jawaban Tyan tidak bisa didengar oleh Fitri, dan Fitri pun tidak tahu bahwa sejak tadi Tyan terus berada duduk disebelahnya. justru Tyan yang jadi memikirkan kondisi Fitri yang sejak baru datang sudah mengeluarkan air mata yang cukup banyak.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar