menu

Sabtu, 21 Maret 2015

Part 5 (Rembulan Menerangi Hujan)



“Indah, besok malam ikut kita yuks.” ajak Ratna.

“Kemana?” tanya Indah singkat yang sedang menghabiskan sepotong kuenya.

“Hhhhmmmm… pokoknya asyik deh, ikut ya.” pinta Ratna lagi.

“Nggak jelaslah, males gw,” balas indah singkat.

 “ayolah ndah, masa gue, Tia sama Nabil doang. Kan kurang lengkap kalau nggak ada lu ndah,” kembali ratna minta indah untuk ikut bersama tiga sahabatnya.


“Ihk bawel bangel banget sih lu na, iya nanti gue ikut dah,” ucap Indah yang kembali melanjutkan kue yang dimakannya.

Begitulah sebersit percakapan indah dikantin kampus bersama dengan Ratna. Mereka berdua sebenarnya sedang menunggu Tia dan Nabil, namun yang ditunggu belum datang-datang juga.

“Mana sih tuh anak berdua, bukannya kelasnya udah bubar dari 10 menit yang lalu ya. Kebiasaan nih” keluh Ratna.

Indah yang sedang memakan sepotong brownies yang dia beli tidak menanggapi apa yang dikeluhkan oleh sahabatnya ini, soalnya dia tahu jika keluhan sahabatnya ini ditanggapi olehnya akan jadi tambah tidak bisa berhenti omongannya.
Dari jauh nampak Tia yang sedang bergandengan tangan dengan seorang pria mendekat ke arah dimana Indah dan Ratna sedang duduk. Namun karena Indah dan Ratna membelakangi mereka sehingga tidak melihat mereka. Pria yang bersama Tia bernama Leo, orang sudah 4 bulan ini menjadi kekasih dari Tia.

“Hai, Hai… gimana, gimana nih. Jadi pada ikutkan.” Kata Tia yang begitu datang langsung merangkul Indah.

“Jadi dong, nih si Indah baru gue hasut dan dia bilang dia juga ikut kok,” ujar Ratna.

“Bagus deh, berarti ikut semua kan nggak ada yang absen” balas Tia.

“Ouh ya, kok lu berduaan sama orang ini. si Nabil mana?” Tanya indah

“Nabil udah pulang duluan katanya mau nganterin nyokapnya check up, ouh ya dan juga kenapa sih kamu nggak suka sama cowokku ini,” balas Tia sambil merengut membuat pipinya yang sedikit tembam makin terlihat tembam.

Entah kenapa setiap Indah bertemu dengan Leo yang notabennya pacarnya Tia merasa seperti ada sesuatu bahaya yang akan menghampirinya. Oleh karena itu, dia selalu menganggap pria ini kurang baik. Sehingga dia malas untuk berbicara dengan Leo.

“Udah nggak apa-apa kok Tia, udah biasa kali kalo indah jutek gitu sama aku.” Kata Leo.

“Tapikan kamu cowok aku, masa dia nggak ngertiin sih,” balas tia.

“Udah nggak apa-apa kok. Yang penting besok malam indah hadirkan di party buat ngerayain ultah aku,” lanjut Leo.

Indah yang mendengar perkataan Leo langsung kaget. Dia hanya bisa mempelototi Ratna yang sudah menghasutnya untuk ikut bersama dengan sahabat-sahabatnya.

“Ya, begitu deh. Kalau lu diajak ke tempatnya Leo pasti nggak bakalan mau, ya udah deh gw bilangnya seperti tadi,” kilah Ratna yang merasa tidak enak kepada Indah.

Sebenarnya indah sangat tidak ingin berurusan dengan seorang pria yang bernama Leo tersebut namun karena sudah berjanji untuk ikut dengan sahabat-sahabatnya terpaksa menyanggupinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar