Hujan datang dengan lebatnya hari ini. membuat Tyan yang
sejak pagi memang sudah berada dikampus. Saat ini dia hanya ingin hujan hari
ini berhenti karena dia sudah menyiapkan sebuah kejutan terhadap orang yang
sedang dia cintai.
ttrrreeetttt
tttrrreeeetttt....
Suara handphonenya bergetar keras disaku celananya, ternyata
handphonenya menerima sebuah pesan singkat dari orang yang dicintainya.
“Kamu dimana? aku kehujanan nih.”' isi sms tersebut.
Langsung saja tyan membalasnya.
“Lagi dikampus, kamu dimana? aku kesana dah. mumpung lagi
nggak ada dosen,” balasnya.
Akhirnya setelah mendapat balasan pesannya, Tyan langsung
berangkat menuju lokasi yang diberikan. sampai disana dia melihat sesosok gadis
sedang berdiri dihalte bus depan pelataran parkir sebuah pusat perbelanjaan. Dia
pun langsung mematikan motornya dan langsung mengajak gadis tersebut menaiki
motornya. Gadis tersebut langsung naik dan Tyan kembali memacu motornya
ditengah derasnya hujan.
Tyan menghentikan kendaraanya ketika sudah sampai didepan
sebuah kos-kosan yang selama ini gadis tersebut tinggal. mereka langsung
berlari menuju teras kosan gadis tersebut.
"Kamu nggak apa-apa nih yan?" tanya sang gadis.
"Nggak koq. lihat aja nih aku masih bisa
berdirikan." jawab Tyan sambil melompat-lompat.
"Ehk iya, mau minum apa nih? teh anget apa
kopi?"tanya sang gadis kembali.
"Udah pokoknya yang hangat aja." jawab Tyan
kembali.
"Yaudah tunggu sebentar ya." balas sang gadis.
"Sampai akhir hayat juga pasti tetap menunggu dirimu
kartika" ujar Tyan didalam hati.
Gadis yang tadi di jemput oleh Tyan adalah Kartika Fitriani
atau yang lebih akrab dipanggil Fitri. Gadis keturunan jawa-sunda ini sudah
menjadi salah satu orang yang selalu bergentayangan baik dimimpi maupun
dipikiran Tyan sejak sama-sama mendaftar di perguruan tinggi negeri didaerah
jakarta selatan. Walaupun mereka berdua saat ini berbeda universitas karena
sama-sama tidak diterima di perguruan tinggi tersebut, namun mereka semakin
dekat dan akrab karena memiliki beberapa kesamaan. Tyan sebenarnya sudah
menyukai Fitri sejak pertama kali berkenalan, tetapi sampai saat ini hubungan
mereka hanyalah sebatas teman dekat. Itu semua karena Tyan jika berhadapan
dengan kartika selalu tidak bisa mengungkapkan isi hatinya secara jelas.
"Ini teh angetnya nih" kata Fitri sambil membawa
dua gelas teh hangat.
"Makasih ya nih. maaf nih jadi ngerepotin." ujar Tyan
sambil mengambil teh hangatnya.
"Seharusnya aku yang bilang makasih sama kamu. Hujan-hujan
gini kamu nekat dateng ngejemput aku," ujar Fitri yang kemudian duduk di
samping Tyan.
"Ya namanya manusiakan harus saling tolong-menolong,
betulkan Fit?" tanya balik Tyan karena grogi.
"Iya sih..hehehe" jawab Fitri sambil menyunggingkan
senyum yang selalu membuat Tyan terbayang-bayang wajahnya.
"Memangnya tadi kamu habis ngapain disana? hari ini
nggak ngampus apa?" tanya tyan lagi.
"Ini baru pulang. Tadikan mampir dulu sekalian
jalan-jalan, ehk nggak sengaja ketemu temen waktu smp dulu dibandung. Jadinya
pulangnya agak telat," jawabnya.
"Ouh, yaudah sana mandi dulu gih. Ntar sakit nggak ada
yang ngurus lho" ujar Tyan.
"Lha, kamu aja sampai lepek gitu bajunya. Harusnya kamu
yang ganti baju duluan." balas Fitri.
"Memangnya dikamar kamu ada baju aku ya?"
"Ouh iya ya.." kata Fitri sambil memukul kepalanya
sendiri pelan.
"Yaudah aku mah gampang. Masih ada jaket nih, lumayan
tebel."
"Bener nih kamu nggak apa-apa??" tanya Fitri sambil mencemaskan keadaan tyan.
"Beneran koq.. Yaudah aku pamit dulu ya Fit. Inget, jangan lupa makan ya" kata tyan sambil pamitan.
“Kok buru-buru? kan masih hujan itu,” tanya Fitri.
“Masih ada urusan nih Fit. Maklumlah, kejar setoran,” jawab
Tyan sambil ketawa kecil.
"Yaudah kalau begitu, kamu hati-hati ya. Diluar masih hujan deras tuh"
"iya pasti dong"
Akhirnya tyan kembali memacu kendaraannya ditengah hujan yang mengguyur ibu kota. Dengan hujan yang sangat deras membuat jarak pandang tyan sedikit terbatas, sehingga dia berjalan dengan pelannya dikiri jalan.
Namun tiba-tiba
bbbbbbbbbbbbrrrrrrrrrrrrrraaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkk
Mobil sedan hitam dari arah yang berlawanan tidak bisa mengendalikan kecepatannya. Dengan jarak pandang yang sangat terbatas sehingga mobil tersebut mengambil jalur dari arah yang berlawanan dan menabrak Tyan. Tubuh tyan terpental cukup jauh dari kendaraannya dan langsung membuat tyan tidak sadarkan diri, dengan darah yang sudah bersimbah darah disekujur tubuhnya.
Mobil yang menabrak tyan kembali menancapkan gasnya tanpa perduli keadaan tyan. Orang-orang serta pengendara lain yang kebetulan melihat peristiwa tersebut langsung menolongnya dan membawa tyan ke rumah sakit terdekat. Karena luka yang cukup serius dan belum sadarkan diri sehingga tyan harus dirawat inap di rumah sakit.
bbbbbbbbbbbbrrrrrrrrrrrrrraaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkk
Mobil sedan hitam dari arah yang berlawanan tidak bisa mengendalikan kecepatannya. Dengan jarak pandang yang sangat terbatas sehingga mobil tersebut mengambil jalur dari arah yang berlawanan dan menabrak Tyan. Tubuh tyan terpental cukup jauh dari kendaraannya dan langsung membuat tyan tidak sadarkan diri, dengan darah yang sudah bersimbah darah disekujur tubuhnya.
Mobil yang menabrak tyan kembali menancapkan gasnya tanpa perduli keadaan tyan. Orang-orang serta pengendara lain yang kebetulan melihat peristiwa tersebut langsung menolongnya dan membawa tyan ke rumah sakit terdekat. Karena luka yang cukup serius dan belum sadarkan diri sehingga tyan harus dirawat inap di rumah sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar