menu

Senin, 16 Maret 2015

Part I (Rembulan Menerangi Hujan)



Hujan datang dengan lebatnya hari ini. membuat Tyan yang sejak pagi memang sudah berada dikampus. Saat ini dia hanya ingin hujan hari ini berhenti karena dia sudah menyiapkan sebuah kejutan terhadap orang yang sedang dia cintai.

ttrrreeetttt tttrrreeeetttt....

Suara handphonenya bergetar keras disaku celananya, ternyata handphonenya menerima sebuah pesan singkat dari orang yang dicintainya.

“Kamu dimana? aku kehujanan nih.”' isi sms tersebut.

Langsung saja tyan membalasnya.

“Lagi dikampus, kamu dimana? aku kesana dah. mumpung lagi nggak ada dosen,” balasnya.

Akhirnya setelah mendapat balasan pesannya, Tyan langsung berangkat menuju lokasi yang diberikan. sampai disana dia melihat sesosok gadis sedang berdiri dihalte bus depan pelataran parkir sebuah pusat perbelanjaan. Dia pun langsung mematikan motornya dan langsung mengajak gadis tersebut menaiki motornya. Gadis tersebut langsung naik dan Tyan kembali memacu motornya ditengah derasnya hujan.

Tyan menghentikan kendaraanya ketika sudah sampai didepan sebuah kos-kosan yang selama ini gadis tersebut tinggal. mereka langsung berlari menuju teras kosan gadis tersebut.

"Kamu nggak apa-apa nih yan?" tanya sang gadis.

"Nggak koq. lihat aja nih aku masih bisa berdirikan." jawab Tyan sambil melompat-lompat.

"Ehk iya, mau minum apa nih? teh anget apa kopi?"tanya sang gadis kembali.

"Udah pokoknya yang hangat aja." jawab Tyan kembali.

"Yaudah tunggu sebentar ya." balas sang gadis.

"Sampai akhir hayat juga pasti tetap menunggu dirimu kartika" ujar Tyan didalam hati.

Gadis yang tadi di jemput oleh Tyan adalah Kartika Fitriani atau yang lebih akrab dipanggil Fitri. Gadis keturunan jawa-sunda ini sudah menjadi salah satu orang yang selalu bergentayangan baik dimimpi maupun dipikiran Tyan sejak sama-sama mendaftar di perguruan tinggi negeri didaerah jakarta selatan. Walaupun mereka berdua saat ini berbeda universitas karena sama-sama tidak diterima di perguruan tinggi tersebut, namun mereka semakin dekat dan akrab karena memiliki beberapa kesamaan. Tyan sebenarnya sudah menyukai Fitri sejak pertama kali berkenalan, tetapi sampai saat ini hubungan mereka hanyalah sebatas teman dekat. Itu semua karena Tyan jika berhadapan dengan kartika selalu tidak bisa mengungkapkan isi hatinya secara jelas.

"Ini teh angetnya nih" kata Fitri sambil membawa dua gelas teh hangat.

"Makasih ya nih. maaf nih jadi ngerepotin." ujar Tyan sambil mengambil teh hangatnya.

"Seharusnya aku yang bilang makasih sama kamu. Hujan-hujan gini kamu nekat dateng ngejemput aku," ujar Fitri yang kemudian duduk di samping Tyan.

"Ya namanya manusiakan harus saling tolong-menolong, betulkan Fit?" tanya balik Tyan karena grogi.

"Iya sih..hehehe" jawab Fitri sambil menyunggingkan senyum yang selalu membuat Tyan terbayang-bayang wajahnya.

"Memangnya tadi kamu habis ngapain disana? hari ini nggak ngampus apa?" tanya tyan lagi.

"Ini baru pulang. Tadikan mampir dulu sekalian jalan-jalan, ehk nggak sengaja ketemu temen waktu smp dulu dibandung. Jadinya pulangnya agak telat," jawabnya.

"Ouh, yaudah sana mandi dulu gih. Ntar sakit nggak ada yang ngurus lho" ujar Tyan.

"Lha, kamu aja sampai lepek gitu bajunya. Harusnya kamu yang ganti baju duluan." balas Fitri.

"Memangnya dikamar kamu ada baju aku ya?"

"Ouh iya ya.." kata Fitri sambil memukul kepalanya sendiri pelan.

"Yaudah aku mah gampang. Masih ada jaket nih, lumayan tebel."

"Bener nih kamu nggak apa-apa??" tanya Fitri sambil mencemaskan keadaan tyan.

"Beneran koq.. Yaudah aku pamit dulu ya Fit. Inget, jangan lupa makan ya" kata tyan sambil pamitan.

“Kok buru-buru? kan masih hujan itu,” tanya Fitri.

“Masih ada urusan nih Fit. Maklumlah, kejar setoran,” jawab Tyan sambil ketawa kecil.

"Yaudah kalau begitu, kamu hati-hati ya. Diluar masih hujan deras tuh"

"iya pasti dong"

Akhirnya tyan kembali memacu kendaraannya ditengah hujan yang mengguyur ibu kota. Dengan hujan yang sangat deras membuat jarak pandang tyan sedikit terbatas, sehingga dia berjalan dengan pelannya dikiri jalan.

Namun tiba-tiba

bbbbbbbbbbbbrrrrrrrrrrrrrraaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkk
 

Mobil sedan hitam dari arah yang berlawanan tidak bisa mengendalikan kecepatannya. Dengan jarak pandang yang sangat terbatas sehingga mobil tersebut mengambil jalur dari arah yang berlawanan dan menabrak Tyan. Tubuh tyan terpental cukup jauh dari kendaraannya dan langsung membuat tyan tidak sadarkan diri, dengan darah yang sudah bersimbah darah disekujur tubuhnya.
Mobil yang menabrak tyan kembali menancapkan gasnya tanpa perduli keadaan tyan. Orang-orang serta pengendara lain yang kebetulan melihat peristiwa tersebut langsung menolongnya dan membawa tyan ke rumah sakit terdekat. Karena luka yang cukup serius dan belum sadarkan diri sehingga tyan harus dirawat inap di rumah sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar